Tampilkan postingan dengan label Profil Selebriti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Selebriti. Tampilkan semua postingan

0 Afgan Syah Reza

Rabu, 08 Desember 2010 Label:
Afgan Syah Reza

Afgan Syah Reza
Laki-Laki
Islam
Jakarta, 27 Mei 1989

Biografi :

Afgan Syah Reza adalah seorang pendatang baru dalam dunia musik Indonesia. Kehadirannya ditandai dengan debut albumnya CONFESSION NO.1 pada Januari 2008.

Dalam album yang diproduksi oleh Wanna B Production dan didistribusikan oleh PT Sony-BMG itu terdiri dari 13 lagu. Di mana sebagai lagu andalan lagu Terima Kasih Cinta, Klise dan Tanpa Batas Waktu yang video klipnya dibintangi Thalita Latief dengan sutradara Jose Purnomo.


Dengan warna musik yang dipengaruhi pop, soul, R&B dan jazz, album ini melibatkan musisi beken, seperti Fajar LMN, Harry Budiman (produser Tangga), Deddy Dhukun, Dian HP dan Bebi Romeo sebagai komposer.

Afgan sendiri merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Lola Purnama dan Loyd Yahya. Lahir di Jakarta, 27 Mei 1989, ia besar dalam keluarga penikmat musik, yang kemudian membuka kesempatan dirinya mengembangkan karir.

Karir solo Afgan yang semakin menanjak ditandai dengan prestasi yang diraihnya di belantika musik Indonesia. Dalam ajang Anugerah Musik Indonesia 2009, Afgan meraih penghargaan sebagai Penyanyi Pria Solo Terbaik melalui lagu Terima Kasih Cinta.

Sukses di album perdana, membuat Afgan ingin memberikan yang terbaik pada album keduanya. Album keduanya bakal rilis pada Agustus 2009. Di sini Afgan akan mengusung musik tahun 60-an.

Prestasi Afgan di bidang tarik suara tak hanya bergema di dalam negeri. Namun juga sampai di negeri Jiran, Malaysia. Ia masuk menjadi nominasi ajang Anugerah Planet Muzik 2009.

Memasuki bulan Ramadhan 2009, Afgan merilis single religi berjudul Pencari JalanMu.

Digandrungi oleh banyak fans, terutama fans cewek, membuat Afgan mendapat kesempatan jadi bintang iklan Pond's Dalam iklan tersebut, ia juga menyanyikan lagu Wajahmu Mengalihkan Duniaku. Selain Pond's, wajahnya juga tampil dalam beberapa iklan, seperti Ardilles, Panadol Cold & Flu, Honda, IM3 Indosat, dan Andec Boneeto.

Lagu Bukan Cinta Biasa tak hanya terkenal di dalam negeri tapi juga sampai negeri Jiran, Malaysia. Sayangnya lagu ini dibajak di negara tersebut. Sementara itu, pihak label rekaman tengah berusaha menindaklanjuti kasus ini. Jika tidak ada jalan keluar, label rekaman bakal menuntut operator Malaysia, Maxis sebesar US$10 juta.

Tak hanya menekuni dunia tarik suara, namun Afgan juga melebarkan sayap di dunia akting. Debut pertamanya saat menjadi cameo di film BUKAN CINTA BIASA (Mei 2009). Di film ini, ia juga membawakan lagu soundtrack Bukan Cinta Biasa.

Di penghujung 2009, ia juga tampil pada film CINTA 2 HATI. Bedanya, kali ini porsi akting Afgan jauh lebih kentara, karena ia tampil sebagai pemeran utama bersama Olivia Lubis Jensen. Ia juga didapuk menyanyikan soundtrack-nya, Cinta Dua Hati.

Tak hanya berkarir di dunia entertainment, kini Afgan mulai menjelajah di dunia bisnis. Dengan mengusung merek Underneeth the Hood, Afgan pun menggandeng desainer dari Jerman untuk memproduksi kaos dengan pangsa pasar remaja. Yang membuat berbeda, kaos-kaos produksinya menggunakan tema agama dan sosial.

Pamor Afgan di belantika musik Indonesia dan dunia entertainment dibuktikan ketika dirinya meraih penghargaan sebagai Penyanyi Ngetop dalam acara SCTV Award 2010.
Read more

0 Agnes Monica

Label:

Profil

Nama: Agnes Monica Nick Name: Agnes
Tanggal lahir: 1 Jul 1986 Status: Single
Zodiak: Gemini Lahir di: Jakarta
Debut: Si Meong Album (1994) Situs web: http://id.wikipedia.org/wiki/Agnes_Monica
Awards and Recognitions: MTV Favorite Female Artist dalam MTV Indonesia Awards 2009
Artis multitalenta ini mengawali karirnya sejak usia enam tahun sebagai penyanyi cilik.  Di usia yang masih belia Agnes meluncurkan album kanak-kanak yang melambungkan namanya sebagai penyanyi cilik.  Album yang melejitkan namanya yaitu ‘Meong', ‘Yess' dan ‘Bala-bala' membawa penyanyi yang lahir di Jakarta, 1 Juli 1986 berada di jajaran penyanyi anak terpopuler di akhir tahun 1990-an.
Selain bernyanyi, Agnes dikenal sebagai seorang presenter cilik yang sukses. Setelah membawakan acara di VAN Anteve, Agnes makin dikenal setelah membawakan program acara anak di stasiun RCTI, ‘Tralala-Trilili'. Berkat penampilannya di Tralala-Trilili, Agnes memperoleh penghargaan Panasonic Award sebagai presenter cilik terfavorit pada 1999.  Agnes juga sempat membawakan acara Diva Romeo di Trans TV.
Memasuki usia remaja, Agnes mulai menapaki dunia seni peran. Setelah debutnya di ‘Lupus Millenia' (1999) dan ‘Mr Hologram', Agnes membuktikan aktingnya saat membintangi sinetron  ‘Pernikahan Dini' (2001) bersama Syahrul Gunawan. Agnes juga menyanyikan lagu tema sinetron ‘Pernikahan Dini'. Kesuksesan sinetron yang meraih empat penghargaan di Panasonic Award 2001 dan 2002 ini semakin melambungkan namanya.
Agnes juga membintangi beberapa judul sinetron seperti ‘Amanda', ‘Cewekku Jutek', ‘Cantik', ‘Ciuman Pertama', ‘Bunga Perawan' dan ‘Kawin Muda'.
Sinetron Cewekku Jutek di tahun 2003 membuat Agnes mendapat predikat sebagai aktris terfavorit di ajang Panasonic Award serta ‘Bunga Perawan' dan ‘Cantik' di tahun 2004 membuatnya mendapat predikat sebagai Aktris Ngetop di pagelaran SCTV Awards 2004.
Setelah sukses dengan menyanyikan lagu tema Pernikahan Dini, yaitu ‘Pernikahan Dini' dan ‘Seputih Hati', Agnes kemudian berkolaborasi dengan penyanyi Yana Julio menyanyikan single ‘Awan' dan ‘Ombak'. Album pertama yang Agnes setelah dewasa dirilis pada 8 Oktober 2003 bertitel And The Story Goes. Tak tanggung-tanggung, para pentolan musisi tenar seperti Ahmad Dhani dan Melly Goeslaw ia gaet untuk memluskan langkahnya bersaing di dunia internasional.
Album perdananya setelah dewasa mendapat sambutan luar biasa. Di ajang AMI 2004, Agnes meraih predikat Artis Pop Solo Wanita terbaik, Produksi Dance/Techno Terbaik untuk lagu bilang saja serta Duo/Grup terbaik dengan Ahmad Dhani di lagu ‘Cinta Mati'. Di tahun yang sama Agnes menyabet predikat Pendatang baru terbaik di Anugerah Planet Muzik 2005 serta Most Favorite Female pada MTV Indonesia Award 2004. Album perdananya meraih Double Platinum dengan penjualan lebih dari 300.000 ribu kopi.   
Album kedua berlabel Whaddup A'? Agnes terus menunjukkan tajinya. Selain menggandeng musisi nasional seperti Dewiq, Melly Goeslaw, Andi Rianto dan lainnya, Agnes juga berduet dengan penyanyi asal Amerika Keith Martin. Martin menciptakan dua lagu dan berduet di lagu ‘I'll Light A Candle'.
Album kedua Agnes kembali melejit dengan bebrapa lagu favorit diantaranya ‘Bukan Milikmu Lagi', ‘Tanpa Kekasihku', ‘Tak Ada Logika', dan ‘Cinta di Ujung Jalan'.  
Kesibukannya membuat Agnes memutuskan cuti kuliah dari Fakultas Hukum dan fokus bermusik. Hasilnya, Agnes sukses menyabet penghargaan bergengsi seperti Most Favorite Female pada ajang MTV 2006 dan Artis Solo Wanita Terbaik serta  Penyanyi Rythm dan Blues Terbaik di ajang AMI Award 2006. Lima penghargaan yang ia kantongi sepanjang tahun 2006 membuatnya terpilih sebagai Aktris Terpopuler 2006.
Tak puas dengan penghargaan yang didapatnya, bintang penuh sensasi ini, berambisi untuk Go Internasional. Agnes mencoba menjajal akting dalam film The Hospital bersama bintang Taiwan yang tengah naik daun Jerry Yan yang juga salah satu personil F4. Dia juga membintangi drama Taiwan lainnya  Romance In The White House dan The Romance.
Agnes menjadi penyanyi pembuka konser Boyz II Men di Istora Senayan,pada 15 Mei 2007. Sebelumnya Agnes direncanakan duet bareng Vanya, Maurice dan  Shawn, namun batal karena belum ada persiapan matang.
SINETRON
Setelah beberapa tahun tak muncul dalam sinetron, Agnes kembali membintangi dua judul sinetron pada 2008, Jelita dan Kawin Massal. Di tahun yang sama, Agnes juga menelurkan sebuah single berjudul Matahariku sebagai lagu tema Jelita.  Meski sinetonnya tak begitu sukses, single terbaru Agnes mendapat Platinum dengan angka downloada mencapai 1,5 juta. Agnes kembali ditasbihkan sebagai Most Favorite Female pada MTV Award Indonesia 2008.
September 2008, Agnes melepas single Godai Aku Lagi ke pasar yang juga masuk dalam album ketiganya, Sacredly Agnezious yang rilis 16 Maret 2009. Sebelumnya single Matahariku dan Godai Aku Lagi dikemas dalam CD Single berjudul NEZ. Berbeda dengan album sebelumnya, di album yang menjagokan single Teruskanlah ini ia meluncurkan dalam dua versi, berisi 10 track dan 13 track. Agnes juga terlibat langsung sebagai produser.
Agnes membuktikan ia mampu terus berprestasi. Pada bulan Maret 2009, namanya menjadi salah satu penerima penghargaan Class Music Heroes. Dan ia menjadi termuda yang menerima penghargaan ini. Di tahun yang sama, Agnes menarih predikat penyanyi solo terdahsyat versi ajang Dahsyat Award  pada 19 April 2009. Meski jarang terdengar  seperti tahun sebelumnya, Akhir November 2009 Agnes kembali merebut tropi sebagai Artist of The Year dan Favorite Artist pada ajang MTV Indonesia Awards 2009.
Read more

0 Bunga Citra Lestari

Label:

Profil

Nama: Bunga Citra Lestari Nick Name: BCL
Tanggal lahir: 22 Mar 1983 Status: Menikah
Zodiak: Aries Lahir di: Jakarta
Debut: Sinetron ABG (2002) Awards and Recognitions: Artis Wanita Terbaik di ajang Anugerah Planet Muzik (APM) (2009)
Hampir semua kalangan mengenal nama Bunga Citra Lestari. Di usia yang masih muda, Bunga berhasil menorehkan prestasi sebagai seorang penyanyi di jagat hiburan, tak hanya di Indonesia, tapi juga hingga Malaysia. Mengawali karir sebagai pemain sinteron, BCL, begitu dia sering disebut, justru berkibar lewat album berjudul Cinta Pertama. Single-single dalam dua albumnya mencetak platinum dan bertengger di jajaran pertama tangga lagu tanah air.
BCL, putri pasangan Muchlis Rusli dan Emmy Syarif, menghabiskan masa kecil berpindah-pindah di berbagai kota. Berkat itu pula, Bunga kanak-kanak yang  berpenampilan tomboy dapat cepat beradaptasi  dengan lingkungan yang berbeda. Masa SMP dia habiskan di Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam.  Lepas itu, dara kelahiran Jakarta, 22 Maret 1983, pindah ke Jakarta.
Di Jakarta, Bunga memilih karir di dunia modeling dan belajar di sekolah modeling John Casablanca. Suatu hari dia mengantar temannya ikut kasting iklan produk sakit kepala. Akhirnya ia dibujuk agar ikut kasting. Tak dinyana, malah ia yang terpilih membintangi iklan tersebut. Dari situ, ia mulai menjelejah dunia sinetron. Wajahnya tampil dalam sinetron seri ABG, Senandung Masa Puber, Dari Temen Jadi Demen dan Penjaga Hati. Dari perannya di sinetron-sinetron inilah publik mulai melirik dirinya.
Tarik Suara
Ternyata Bunga menyimpan keinginan lain, yakni bernyanyi. Sejak kecil, bungsu dari dua bersaudara ini memang hobi bernyanyi. Kesempatan akhirnya datang dari manajemen Pas Band. Dia berduet dengan PAS Band yang merupakan awal kariernya di dunia musik.
Dalam sebuah soundtrack film Dealova, manajemen yang menyukai karakter suaranya lantas meminta Unge, sapaan akrab Bunga membawakan lagu berjudul Saat Kau Pergi.  Ternyata vokal Bunga mencuri perhatian publik. Ia kemudian berlatih vokal bersama Elfa Secoria untuk mematangkan vokal sebelum masuk dapur rekaman. 
Bunga mengeluarkan lagu yang menjadi hits berjudul Sunny ciptaan Dewiq dalam sebuah album berjudul Cinta Pertama. Album yang sama juga mengisi soundtrack album untuk film Cinta Pertama.
Hampir semua lagunya di album Cinta Pertama mendapat sambutan pendengar. Single-singlenya, seperti Aku Tak Mau Sendiri, Cinta Pertama (Sunny) laris manis di pasaran. Album solo perdananya terjual hingga 75 ribu kopi dalam dua minggu.
Dalam album "The Best of Ari Lasso" , Bunga berduet dengan Ari Lasso dan berhasil mencetak hits  lewat lagu Aku dan Dirimu.  Alhasil, namanya kian melambung
ASMARA
Setelah berperan bersama dalam sinetron ABG, BCL sempat berpacaran dengan Hengky Kurniawan. Ia juga pernah disebut berada di balik perceraian Ariel, vokalis Peterpan. Namun semua gosip pupus saat BCL menggandeng kekasih barunya, Ashraf Sinclair. Ashraf adalah aktor asal Malaysia keturunan Melayu-Inggris sekaligus putra seorang miliarder.
Hubungan mereka mulai terendus saat foto-foto yang menampilkan kemesraan keduanya ketika berlibur tersebar di publik kedua negara. Hubungan pasangan ini makin dekat dan dibuktikan dengan sebuah lamaran keluarga Ashraf ke Indonesia.
Pernikahan BCL dan Ashraf menjadi pernikahan termewah yang terjadi 2008. Dua selebritis beda negara mengakhiri masa lajang di Masjid Al Bina, Senayan, Jakarta Selatan dengan mas kawin sepasang anting berlian 1,5 karat. Tak tanggung-tanggung, resepsi keduanya digelar tiga kali di dua negara.  Setelah akad nikah, resepsi pertama digelar di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta dengan mengusung adat Padang dan Bunga mengenakan Suntiang, mahkota khas Minang.

Resepsi pernikahan kembali di Malaysia selama dua hari. Mereka ke Malaysia menggunakan pesawat jet hadiah pernikahan dari ayah Ashraf. Resepsi kedua digelar sesuai adat negara ayah Ashraf, Inggris, di The Saujana Kuala Lumpur Hotel.

Setelah menikah, karir Bunga makin menjulang. Dia ditawari menjadi model iklan bersama sang suami, Ashraf. Keduanya juga membintangi film komedi romantis bertajuk 'Saus Kacang'. Bunga pun menyanyikan lagu-lagu untuk soundtracknya. Saus Kacang merupakan film Indonesia yang dirilis pada tahun 2008.
Sebagai pendatang baru, penyanyi berpipi penuh ini menorehkan prestasi sendiri dalam karirnya setelah merebut predikat artis penyanyi solo wanita terbaik di ajang Anugrah Planet Muzik (APM) 2009. APM merupakan acara penghargaan rutin tahunan dan menjadi barometer musik di empat negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

Di ajang bergengsi ini, BCL berhasil mengalahkan penyanyi solo wanita  pesohor lainnya yang lebih lama eksis seperti Siti Nurhaliza dari Malaysia dan Mulan Jameela dari Indonesia.
BCL mengaku tidak menyangka sekaligus merasa bangga atas prestasinya. Sesaat, dirinya sempat tak percaya namalah yang keluar sebagai pemenang. Menurutnya, masuk sebagai nominasi saja merupakan kebanggaan tersendiri. Bertepatan dengan perayaan hari Kartini, 21 April 2009, Bunga kembali menerima penghargaan sebagai salah satu dari 100 Perempuan Indonesia Terinspiratif.  Memasuki 2010, BCL terus maju meraih impian untuk berkiprah di dunia internasional.  BCL berduet dengan Christian Bautista, penyanyi asal Filipina lewat lagu Be Careful of My Heart.
Read more

0 Pasha 'Ungu'

Label:

Profil

Nama: Pasha 'Ungu'  
Nick Name: Pasha
Tanggal lahir: 27 Nov 1979 Status: Duda
Zodiak: Sagitarius  
Lahir di: Donggala
Debut: Album Laguku (2002)  
Awards and Recognitions: Album Pop Rock Duo/Grup Ngetop untuk Album Melayang pada SCTV Music Awards 2007
 
Lahir  di Donggala, daerah penghasil kakao di Sulawesi Tengah, anak kelima dari enam bersaudara ini diberi nama Sigit Purnomo Syamsudin Said. Semenjak kecil dia sudah rajin belajar mengolah suara. Jika kemudian dia begitu menghayati lagu-lagu religi seperti dalam album Surgamu, itu karena semenjak belia dia sudah senang mengumandang adzan dan rajin melafalkan ayat-ayat suci Al Quran.
Rajin mengikuti lomba adzan. Dan pernah menjadi juara II dalam Lomba Adzan se propinsi Sulawesi Tengah. Semenjak kemenangan itu, dia sudah dikenal sebagai si tukang adzan.
Setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) di Donggala, Sigit kemudian hijrah ke Jakarta. Dia kuliah di Akademi Bahasa Asing ABA-ABI. Sembari kuliah dia menekuni dunia model dan dunia musik. Sama-sama ditekuni,  tapi karirnya di dunia model tidak secemerlang di dunia musik. Walau amat terbatas, Sigit dikenal sebagai penyanyi oleh kalangan mahasiswa.
Dan anak muda dari Donggala itu haqul yakin bahwa  hidup dan masa depannya di dunia musik.Setelah dua tahun kuliah, dia memutuskan meninggalkan kampus. Lalu tekun di dunia musik.
Sesudah bersolo karir beberapa saat, dia bergabung dengan group band Ungu tahun 1999, yang saat itu masih tenggelam di papan bawah.
Grup band itu dibentuk tahun 1996 oleh tiga sekawan. Ekky  sebagai gitaris, Michael sebagai vokalis dan Pasha Van derr Krabb si penabuh drum. Walau tidak begitu sohor, grup band ini memiliki penggemar.
Saat hendak manggung tahun 1997, Pasha Van derr Krabb menghilang dan digantikan oleh Rowman. Sigit Purnomo Syamsudin Said bergabung dengan kelompok musik ini tahun 1999.
Ketika bergabung itulah dia mengunakan nama Pasha, yang kemudian diimbuhi dengan Ungu. Nama itu dipakai untuk menggantikan nama Pasha Van derr Krabb yang sudah hengkang dari band ini.
Selain untuk mengenang Van derr Krabb, pergantian nama itu juga karena alasan srategi. Nama Sigit itu sama dengan nama dengan vokalis sebuah group band yang saat itu sedang sohor. Bila ngotot memakai nama Sigit, diduga nama itu akan redup oleh ketenaran si vokalis sohor itu.
Setelah soal nama itu beres, dalam formasi baru Ungu bergerak cepat. Mereka mengawali karir dengan menyumbangkan dua lagu pada album kompilasi Klik.
Setahun berselang, mereka mempersiapkan album sendiri. Disiapkan dengan serius, album ini tidak begitu sukses. Yang sukses adalah album kedua mereka yang mengusung titel Tempat Terindah.
Album yang dirilis Desember 2003 itu meledak dan terjual sejumlah 80 ribu keping. Semenjak itulah nama Ungu mulai sohor. Tahun 2005, band ini menjadi salah satu group musik yang berkolaborasi dengan Chrisye, dalam album terbarunya Senyawa. Sebuah hal yang membanggakan, oleh karena Chrisye sudah melambung namanya dalam blantika musik.
Pada tahun yang sama Ungu melempar album ketiga yang mengusung hit Demi Waktu. Album ini mendapat double platinum dan membawa Ungu sohor hingga negeri seberang, Malaysia.
Di negeri jiran itu album mereka menjadi rebutan empat perusahaan label untuk memasarkannya. Ungu lalu memilih SRC, sebuah perusahaan yang juga menaungi Siti Nurhaliza, penembang kondang dari negeri para datuk ini.
Sohor di negeri jiran, kian melambung di negeri sendiri. Anak-anak muda ini kian gemilang lewat Album Surgamu, yang diluncurkan jelang Ramadhan 2006.
Dan sepak terjang Unggu terus melebar. Album keempat mereka, yang bertajuk Untukmu Selamanya, dirilis di empat negara. Malaysia, Singapura, Hongkong dan Indonesia.  Selama Ramadhan 1428, Ungu merilis mini album bertitel Para Pencari-Mu yang berkolaborasi dengan Jeffry Al Buchori, ustad kondang di tanah air.
Jika penghargaan menjadi salah satu tolok ukur di dunia musik, maka Ungu pantaslah disebut group band papan atas. Lihatlah rupa-rupa penghargaan yang mereka terima.
Pada anugerah  MTV Indonesia 2006, Ungu masuk dalam 3 nominasi, yaitu Most Favorite Group/Band/Duo, Best Director  dalam "Demi Waktu" Abimael Gandy, dan Video of the Year "Demi Waktu".
Ungu membuktikan ketangguhan dalam SCTV Music Awards 2007. Album SurgaMu yang diproduseri Trinity/Prosound membawa Ungu menjadi penerima penghargaan Album Religi, Lagu Paling Ngetop dan Video Klip Paling Ngetop untuk lagu Andai Kutahu.
Sedangkan Album Melayang dengan hits Tercipta Untukmu memenangkan kategori Album Pop Rock.
Asmara
Di tengah kegemilangan album kedua mereka tahun 2003,  Pasha mempersunting seorang gadis bernama Okie Callerista Agustina . Mereka dikaruniai  3 anak. Kisya Alvaro Putra Sigit, Shakinah Azalea Napasha, dan Nasha Anaya Putri Valentina Pasha.
Semula rumah tangga mereka terlihat bahagia. Kabar keretakan mulai muncul tahun 2007. Okie digosipkan berselingkuh dengan  Idea Fasha, gitaris Marvell Band. Walau sempat memukul Idea, keduanya bisa meredam kisruh ini.
Kisruh kembali  terjadi akhir tahun 2008. Dengan alasan tidak cocok, Okie mengajukan gugatan cerai.  Akhir Januari 2008, ayah-ibu tiga anak ini resmi bercerai, meski Okie tengah hamil besar. Bertepatan dengan hari Valentine 14 Februari 2009, anak ketiga mereka lahir.
Perseteruan mereka kian panas. Okie menyeret Pasha ke pengadilan  dengan tuduhan penganiayaan. Dia diancam hukuman bui  1,5 tahun. Awal tahun ini, atas permintaan hakim, Pasha meminta maaf kepada mantan istrinya itu di ruang sidang. Kasus ini tinggal menunggu putusan hakim.
Walau sudah bercerai dan dirasuki kabar kisah asmaranya dengan pemain sinetron remaja, Alyssa Soebandono, Pasha dan Okie memberi isyarat bersatu lagi. Saat Valentine Februari 2010, keduanya bertemu dalam acara ulang tahun anak yang ketiga itu. Keduanya  bercanda, saling menyuap dan mengusap.
Read more
 
.: Reggi Vacious :. © 2010 | Designed by Blogger Hacks | Blogger Template by ColorizeTemplates
Back To Top